Selasa, 30 April 2019

PONDOK PESANTREN AL - MAHRUSIYAH III UNIT NGAMPEL

Pon. Pes Al - Mahrusiyah III Ngampel, Kediri

Berawal dari buah pemikiran beliau KH. Imam Yahya Mahrus untuk mendirikan asrama pondok baru. Di karenakan setiap tahunnya semakin banyak jumlah santri yang bertempat di Pondok Pesantren HM Putri Almahrusiyah. Dengan lahan yang beliau persiapkan di kelurahan Ngampel seluas 50.000 M2 atau seluas 5 hektar, Maka beliau berinisiatif membangun pondok cabang Pembangunan di mulai tahun 2009, tidak hanya para tukang dan kontraktor saja yang membangun pondok Ngampel, melainkan juga para santri Al-Mahrusiyah Putra untuk bersama-sama bergotong royong membangun lahan pondok baru ini. Yang oleh beliau menjadikan nama pondok ini menjadi nama Pondok Pesantren Lirboyo HM Al-Mahrusiyah III.

Pendiri Pon.Pes Al - Mahrusiyah
Dalam proses pembangunan pondok unit ini, KH. Imam Yahya Mahrus yang pada waktu itu sebagai pendiri dan pengasuh pondok pesantren HM Al-Mahrusiyah wafat pada tanggal 14 januari 2012/ 21 Shofar 1432 H, dikarenakan komplikasi penyakit yang beliau alami sejak beberapa tahun terakhir. Beliau Al-Marhum Al-Maghfurlloh KH. Imam Yahya Mahrus juga di makamkan di lahan Pondok Al-Mahrusiyah III ini, sesuai dengan wasiat dan kesepakatan dzuriyah Al-Marhum Al-Maghfurlloh KH. Imam Yahya Mahrus. Beliau wafat meninggalkan seorang istri, 4 putra dan 2 putri, yang kemudian Ibu Nyai Hj Zakiyatul Miskiyah  bersama putra-putrinya yaitu KH. Reza Ahmad Zahid, KH. Melvin Zainul Asyiqien, Hj. Ning Etna Iyyana Miskiyah, KH. Nabil Ali Ustman, KH. Izzul Maula Dliyaulloh, dan Hj. Ning Ita Rosyidah Miskiyah, bersama-sama menjadi pengasuh pondok HM Al-Mahrusiyah. Karena menjadi pengasuh pondok secara bersama-sama, dan Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah ini begitu besar dan bercabang, maka sesuai dengan kesepakatan dzuriyah, pengasuh di masing-masing cabang pun di bagi kepada semua dzuriyah Al-Marhum Al-Maghfurlloh KH. Imam Yahya Mahrus.

Pon. Pes Al Mahrusiyah III Unit Ngampel di bagi menjadi dua tempat yaitu Ngampel Barat dan Ngampel Timur. Ngampel Barat bertempat di samping ndalem Gus Reza dengan jumlah santri kurang lebih 85 santri putri yang di Asuh oleh Gus Reza bersama Ning Niswatul Arifah. Dan Ngampel timur bertempat di atas ndalem Gus Melvien dengan santri yang kurang lebih 70 santri putri yang di asuh oleh Gus Melvin Zainul Asyqin.  Sedangkan santri putra berada di belakang kantor SMK Al Mahrusiyah dengan santri yang ber jumlah kurang lebih 150 santri putra. Di tambah lagi sekarang di HM Al - Mahrusiyah Putri III Unit Ngampel terdapat sekolah formal yaitu SMK Al Mahrusiyah yang sudah ada dari tahun 2014 dengan memiliki dua jurusan yaitu Multimedia dan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dan juga SMP Al Mahrusiyah yang baru berdiri pada tahun 2019. Di HM Al-Mahrusiyah Putri III Unit Ngampel tidak hanya anak SMK dan SMP saja, ada juga mahasiswa/wi yang berkuliah di IAI Tribakti namun tak sebanyak santri SMK. Pon.Pes Al Mahrusiyah III Unit Ngampel mulai di huni oleh santri pada tanggal 16 Agustus 2014. Selain Sekolah Formal di Pon.Pes Al Mahrusiyah III Unit Ngampel juga terkenal dengan pondoknya, kegiatan belajar mengajar di sini juga sama dengan Pon. Pes Al – Mahrusiyah Pusat Lirboyo, kegiatan belajar mengajar di pondok meliputi Madrasah diniyah, Majelis Musyawarah, Kegiatan diskusi atau bisa disebut dengan LBM, dan banyak Ekstrakulikuler yang ada di pon. Pes al – mahrusiyah yaitu : rebana, sholawat, kaligrafi, menyulam, menjahit dll. Disini aku menimba ilmu hampir 5 tahun, dan banyak sekali pengalaman ku menimba ilmu mulai dari madrasah diniyah dan juga sekolah formal, tentu juga banyak pelajaran yang aku ambil dari setiap kegiatan yang dilakukan mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari. disini aku diajari bagaimana caranya bersabar, kebersamaan, keikhlasan, berjuang dalam jalan allah, menerima apa adanya, di kita diajarkan untuk ngerekso/ ngeker/ menahan diri dari segala hal yang bertentangan dengan peraturan pondok pesantren dan masih banyak lagi hal - hal yanh diajarkan. secara tidak langsung kita diberi bekal untuk nantinya kita bermasyarakat di dunia luar. karena kebanyakan orang tidak mengetahui bagaimana rasanya ketika hidup setelah berumah tangga, jika kita mondok maka sudah merasakan bagaimana rasanya hidup yang sebenarnya, susah dan tirakat.

 

Nia Anggreina Template by Ipietoon Cute Blog Design